Breaking News

judul

Monday, June 30, 2014

9 MIMPI NABI MUHAMMAD SAW



Dari Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan..."

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datangi oleh malaikatul maut dengan keadaan yang amat menyeramkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBU BAPANYA.


2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah SWT.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang dibuat dari api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG KHUSYUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari siksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halangi dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku coba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak membalas bicaranya, maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KARENA ALLAH SWT lalu mentabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.




#ibadah  #muslim #acstanding
Read more ...

Saturday, June 28, 2014

Sesuatu Yang Tersembunyi Dari Waktu


Untuk memahami makna SATU TAHUN
Tanyalah seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas

Untuk memahami makna SATU BULAN
Tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi prematur

Untuk memahami makna SATU MINGGU
Tanyalah seorang editor majalah mingguan

Untuk memahami makna SATU HARI
Tanyalah seorang pekerja dengan gaji harian

Untuk memahami makna SATU JAM
Tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu kekasihnya

Untuk memahami makna SATU MENIT
Tanyalah seseorang yang ketinggalan kereta

Untuk memahami makna SATU DETIK
Tanyalah seseorang yang selamat dari kecelakaan

Untuk memahami makna SATU MILI DETIK
Tanyalah seorang pelari yang meraih medali perak olimpiade

Dan akhirnya, sadarkah kita waktu terus berlalu?
Siapkah kita mempertanggungjawabkan kepada Allah?
Bagaimana kita menggunakan setiap mili detik waktu kita?
Apa sajakah yang sudah anda peroleh di sepanjang waktu anda hingga anda membaca artikel ini?

Setiap waktu itu berarti, janganlah kau buang waktu itu sia-sia.
Bagaimana bila nanti tiba-tiba waktu terhenti dan kau tak bisa apa-apa lagi?

Hanyalah penyesalan yang akan anda peroleh,
Karena anda telah melewatkan waktu selama anda hidup,
Ingat selalu bahwa satu hari itu 24 jam, jangan kau sia-sia satu milidetik pun di tiap hari anda.

Sehingga anda bisa tersenyum di akhir waktu anda nantinya, karena anda tidak menyia-nyiakan satu milidetik waktu di saat anda hidup.

Semoga Bermanfaat

sumber : http://celebuzz.us/sesuatu-yang-tersembunyi-dari-waktu/
Read more ...

Friday, June 27, 2014

Negeri -ku oh Negeri-ku


Ingin rasanya ku kabar pada semesta

Bahwah inilah negeriku tercinta

Dengan beribu pesona nan indah

Penuh nuansa surgawi dunia.


Sejenak ingin pula aku menyapa

Para tetamu yang hilir mudik

Sekedar menikmati topeng sesungguhnya negeriku tercinta

Bahwa menyelam lebih dalam disini sungguh memiriskan hati


Inilah sesungguhnya negeriku tercinta

Mengejar kemakmuran seraya

Menginjak tangan tengadah tanpa daya

Letih, juga tertatih


Inilah keaslian negeriku sesungguhnya

Melaju dari ketertinggalan

Namun mengabaikan keluh juga kegundahan

Mereka yang terdampar diantara terotoar


Negeriku adalah negeri dengan sejuta talenta

Dari tukang parkir ternistakan, dibakar

Tua jompo yang terlunta diapit dua cucunya yang belum makan

Mereka terabaikan oleh keindahan negeriku sesungguhnya,


Lalu apa lagi yang kurang di negriku tercinta ini

Setelah begitu popular dimata tetamu yang berlalu-lalang

Hanya demi memuaskan imajinasi-nya

Sementara isi yang sesungguhnya benar, belum terkupas?


Yang kalian lihat hanya lah kulit ari-nya saja

Kebusukan,keserakahan,ketidakadilan

Kecurangan,bahkan kebiadapan terperam

Dalam gedung dengan atap hijau yang melengkung


Istana yang kalian tonton sejatinya bukan kemegahan

Adalah perisai untuk melindungi siapa saja yang bersemanyam didalam

Adalah bodygard pemukul siapa yang berani bersuara kebenaran

Adalah jas hujan penutup kecurangan para penguasa istana.


Lalu kita ke jendela negeri ini sejenak

Layangkan pandang sejauh mata memandang

Akan kau temukan betapa lucunya kekumalan

Yang tampak dari ruang megah ini


Setelah itu liriklah lagi kejalan

Penuh kefakiran yang berlobang menganga

Tepat ditengah kebrutalan anjing-anjing liar

Setelah itu mata kan ber kaca-kaca


Ada banyak bayi tanpa dosa terbungkus dalam kantong plastic

Ditemukan warga pagi tadi,

Begitu kata berita disalah satu stasiun tv suasta

Oh negeriku


Mirismu tertutupi oleh promosi wisata luar negeri.


Oleh. Ibnu Madik 

Gudang27juni2014


Read more ...

Wednesday, June 25, 2014

Gema Kehidupan




Seorang ayah untuk pertama kalinya mengajak anaknya yang berumur sepuluh tahun pergi berlibur ke daerah pegunungan. Tempat yang dituju itu ternyata sangat indah, berhawa sejuk, dan membawa suasana yang hening dan tenteram. Banyak pohon menjulang tinggi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Ayah dan anak itu berjalan-jalan menikmati eloknya pemandangan. Saking senangnya, sesekali bocah kecil itu melompat-lompat dan berlari-lari kecil ke sana kemari.

Suatu ketika, karena kurang hati-hati saat berlari-larian, anak itu tergelincir jatuh. "Aduuuuuh ...!" teriak kesakitan. Dan sesaat hampir bersamaan, jelas terdengar suara "Aduuuuuh ..." berulang-ulang di sisi pegunungan. Anak itu terheran-heran. Penasaran dan ingin tahu dari mana asal teriakan yang menirukan suaranya tadi, si anak berteriak lagi dengan suara lebih keras "Hai ... siapa kamuuu ...?"

Sesaat kemudian, ia menerima jawaban yang hampir sama kerasnya, "Hai ... siapa kamuuu ...?"

Setelah itu, suasana kembali hening dan hanya desau angin yang terdengar. Anak kecil itu makin gusar karena hanya mendengar suaranya ditirukan, tetapi tidak melihat orang yang menirukan suaranya. Lalu dengan marah sekali ia berteriak sekeras-kerasnya, "Pengecut kamu ...!"

Dan, sesaat kemudian ia pun langsung menerima jawaban yang sama nadanya, "Pengecut kamu ...!"

Dengan pandangan yang heran bercampur kesal, anak itu menatap ayahnya. "Ayah, siapa orang yang iseng menirukan teriakan-teriakanku tadi? Mengapa semua teriakanku dia tirukan persis sama?" tanya anak itu.

Ayahnya tersenyum bijak dan berkata, "Anakku, perhatikan baik-baik ..." Kemudian, sang ayah berteriak dengan keras sekali ke arah pegunungan, "Kamu hebat ...!" Terdengar jawaban bunyi yang sama kerasnya dan berulang, "Kamu hebat ...!"

Melihat roman anaknya yang masih keheranan, lelaki itu kembali berteriak keras-keras. "Kamu luar biasa ...! Dan sama seperti teriakan-teriakan sebelumnya yang diikuti dengan suara yang persis sama. "Kamu luar biasa ...!"

Anak itu tetap saja keheranan sambil terus memandangi ayahnya. Tampak sekali ia tak sabar menunggu penjelasan ayahnya. Sang ayah pun berkata, "Wajar saja kau heran, anakku. Ini pengalaman pertamamu berada di tempat yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung. Orang menyebut suara yang memantul balik tadi sebagai atau gema. Itulah pantulan suara."

Sang ayah melanjutkan penjelasannya, "Sama dengan gema tadi, anakku. Kehidupan ini juga akan selalu memantulkan kembali apa pun yang kita berikan padanya. Maksudnya, apa pun yang engkau pikirkan, katakan dan lakukan, maka akan seperti itu pula hasil yang kau dapat. Jika setiap saat engkau berpikir positif, mengucapkan kata-kata bijak, selalu berbuat kebaikan, rajin belajar dan berdisiplin, maka hidup akan menggemakan begitu banyak kebaikan ke dalam hidupmu. Kau akan beroleh penghormatan karena kecakapan berpikirmu, beroleh penghargaan karena kepandaianmu berbicara, beroleh kasih dan pertolongan dari sesama karena kebaikanmu, dan dengan demikian kau akan mendapatkan kehidupan yang sukses. Apakah kau mengerti?"

Dan si anak pun mengangguk-anggukkan kepalanya.

Sahabat ...
Kisah di atas mengandung kebijakan yang mendalam dan berharga bagi kita. Kebijakan terdalam dari kisah tadi menyatakan bahwa hidup kita adalah cerminan dari apa yang kita pikirkan, kita ucapkan, dan kita lakukan. Jika kita selalu berpikir negatif, penuh kekhawatiran, dan kecurigaan, maka kehidupan akan memberi reaksi yang sama negatifnya pada kita. Lingkungan atau orang-orang yang di sekitar kita pun akan terbawa atau ikut terpengaruh untuk menjadi berperilaku negatif, penuh kecurigaan, dan tidak mau percaya kepada kita. Dampaknya kehidupan kita bisa dirusak oleh sebab-sebab yang kita munculkan sendiri.

Sebaliknya, jika kita senantiasa memiliki hati yang penuh kasih, berpikir positif, mengucapkan kata-kata yang positif pula, serta berperilaku baik kepada siapa saja, maka kehidupan akan memberikan reaksi yang sama positifnya. Hidup kita pun akan dikelilingi oleh orang-orang yang penuh kasih, berpikiran positif, dan tentu saja banyak kebaikan akan mendatangkan kita.

* * *

Hidup akan memberikan kembali apa saja yang telah kita berikan. Dalam kehidupan ini, kesuksesan hari ini tidak tercipta oleh karena kebetulan atau keberuntungan semata. Setiap keberhasilan dalam bidang apa pun, pastilah terwujud karena akumulasi dari usaha-usaha yang pernah kita lakukan sebelumnya. Begitulah makna gema dalam kehidupan kita; apa yang kita beri itulah yang akan kita dapatkan!

Maka baik buruknya kehidupan seseorang sesungguhnya berada dalam kendali hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan orang itu sendiri. Bahwa lingkungan atau orang lain berpengaruh pada kehidupan kita itu benar. Tetapi, kehidupan kita sama sekali tidak ditentukan oleh orang lain. Sebab, kita memiliki hak dan kekuatan untuk menentukan pilihan.

Sahabat  ...
Mari kita penuhi hidup ini dengan banyak hal positif. Dan jika kita ingin lebih berhasil, maka kita harus berani memberi yang terbaik dari yang kita miliki. Sebab memberi yang terbaik akan mendapatkan yang terbaik.


Read more ...

Tuesday, June 24, 2014

Seratus Ribu Rupiah

SERATUS RIBU RUPIAH

Suatu sore ada seorang ibu datang ke rumah anaknya yang sudah mapan. Ibu itu ingin meminjam sejumlah uang. Dengan suara rendah sedikit berbisik disertai rasa malu, ibu tadi berkata: "Nak, bolehkah ibu meminjam uangmu 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras."

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya bu, nanti Aku tanya istriku dulu...", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya akan mengiyakan.

Ketika akan masuk ke dalam rumah, ia melihat dus susu anaknya diatas meja makan, masih ada bandrol harga Rp. 50.000 yang melekat di dus susu tersebut. Kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 3 hari, x 2 th = 12 jt. Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang. Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?

Kemudian ia berbalik mendatangi ibunya, dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. "Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dengan GRATIS. Maafkan anakmu yang durhaka ini yang tidak tahu balas budi."

Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi ibunya uang Rp. 2 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan pernah berkata pinjam lagi ya, hartaku adalah milikmu juga, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu."

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata sang ibu, ia berkata: "Nak, di setiap keadaan sejak dulu ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian." dari temannya

ainun foe


Read more ...

Dari satu sumber

Kesehatan adalah hadiah yang paling berharga. dapat merasa puas dengan apa adanya,adalah kekayaan terbesar. Hati yang berwelas asih adalah budi pekerti yang paling mulia.

Read more ...

Monday, June 23, 2014

Piala Dunia vs Piala Akhirat

[ Piala Dunia vs. Piala Akhirat ]

Segala puji bagi Allah. Salawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah.

Amma ba’du.
Tak terasa bulan Ramadhan semakin dekat menyapa. Tak terasa pula gegap-gempita piala dunia ada di ambang layar kaca. Keduanya menarik bagi para pengikutnya. Yang satu menuntun kepada surga, dan yang satu mengajak pada kepuasan semata.

Piala Dunia seolah menjadi perhelatan akbar yang tak boleh dilalaikan oleh para penggemar bola di segenap penjuru dunia. Setiap grup kebanggaan mereka menjadi simbol semangat dan perjuangan yang selalu dibela. Yel-yel suporter menggoncang stadion dan mendobrak jiwa jawara lapangan hijau.

Piala Dunia seolah mengubah jam-jam istirahat menjadi jam-jam sibuk dengan kopi, camilan, dan rokok yang setia menemani pemirsa dimana pun mereka berada. Tadarus pun harus ditunda, atau dibatalkan, atau diringkas seringkas-ringkasnya. Demi menyaksikan aksi striker idola dan penjaga gawang pujaan.

Sepak terjang wasit telah mengalahkan ustadz dan da’i yang mengisi ceramah dan tausiyah. Ocehan presenter pun lebih menarik daripada alunan suara imam dan mu’adzin yang membelah suasana dan menyejukkan jiwa. Bola yang menggelinding dan ditendang kesana-kemari seolah telah menjadi magnet berkekuatan dahsyat yang mampu menarik kelopak mata jutaan pemirsa sehingga lupa dari tidur dan istirahatnya.

Lapangan hijau telah menarik jutaan pasang mata untuk terus memantau siaran-siaran langsung atau kalau terpaksa ya siaran tunda, jauh lebih menarik dan lebih membuat menyala semangat daripada lembaran-lembaran mushaf atau buku-buku agama. Jebolan bola ke gawang telah menjadi pertunjukan luar biasa yang memalingkan orang dari berdzikir kepada Allah dan menghiasi lidah dengan taubat dan istighfar kepada-Nya.

Fenomena Piala Dunia, mungkin perlu menjadi bahan renungan kita bersama, sudahkah kita termasuk golongan orang yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Akan bisa merasakan manisnya iman orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tiga perkara, barangsiapa yang ketiganya ada pada dirinya maka dia akan merasakan manisnya iman; yaitu apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada segala sesuatu selain keduanya, dan tidaklah dia mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah Allah selamatkan dirinya sebagaimana dia benci apabila dilemparkan ke dalam kobaran api/neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di sinilah kiranya cinta kita diuji dan diseleksi. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah manusia itu mengira dibiarkan berkata ‘kami beriman’ lalu mereka tidak diuji?” (QS. al-’Ankabut : 2)

Akankah kecintaan kita kepada bola mengalahkan kecintaan kita kepada semerbak pahala dan kemilau amal salih di bulan yang mulia… Allahul musta’aan.


Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Sumber : Muslim. or. id
Supported : http://zonamakan.blogspot.com/


Read more ...

Tuesday, June 17, 2014

SYUKURILAH APA ADANYA DIRIMU

   
Alkisah,ada sorang raja kaya raya yang hidup di istana bergelimang harta. Beristrikan permaysuri nan cantik jelita. Suatu ketika ,raja ini terkena penyakit kulit yang menjijikkan. Bahkan permaysurinya pun minta cuti.Stop dulu melayani. Pengawal, mentri dan para pembantunya pun jaga jarak,jaga sikap. Bukan hanya menjijikkan , baunya itu mana tahan! Jadi sang raja seperti Caca Handika. Makan,makan sendiri.Tidur, tidur sendiri.
 

   Setelah sekian banyak tabib tidak mampu memberi jalan keluar, datanglah seorang tabib. Dia berkata,bahwa sang raja akan sembuh bila ada seorang pemuda yang bersedia menukar penyakit itu dengan dirinya. What?! Hush! Inikan kan hanya kisah. Dilarang protes! Baca saja.

"Jadi paduka harus mencari pemuda yang bersedia menukar kesehatannya dengan penyakit Paduka ini.Hanya dengan jalan itu Paduka akan sembuh!"teriak Tabib sambil melirik bola kristalnya. Bola itu bisa untuk berkaca. Maklum tabib kan harus selalu tampil prima.

   "Tapi...siapa yang mau?Kamu saja berbicara denganku pakai corong,teriak-teriak , karena tidak mau dekat-dekat. Bau,kan?!Jjik,kan?!" Raja merasaa dipermainkan.

    ''Iya''balas Tabib. "Paduka cari saja pemuda paling miskin di dunia, hm...mungkin Hamdan ATT kali yee,,? Katanya dia paling termiskin didunia?!" sang Tabib sudah kebelet keluar ruangan.

   "Apa mau?! Raja tidak yakin. 

   "Tawarkan saja berapa harta yang ia mau" Tabib mualai mual."Sudah, ya! Smoga berhasil!"

    Maka, Raja menyuruh sekretaris kerajaan membuat pengumuman di seantero negeri. Menyuruh pengawal menyusuri tempat-tempat paling kumuh dan miskin.

    Hasilnya? Nihil. Raja merasa semakin sengsara. Siapa yang mau menukar kesehatannya dengan penyakit ini? Bahkan,pengawal Raja yang paling setiapun tidak mau. Sebagai Raja,bisa saja dia memaksa siapa saja, agar mau menukar dirinya dengan penyakit yang diderita. Tapi, kata Sang Tabib, harus berdasar kerelaan. Kalau tidak rela,tidak akan berhasil alias percuma.Tuh,kan!

  Akhirnya, datanglah seorang pemuda bertampang kumal, dengan pakaian compang-camping, terlihat kurus tapi liat dan kuat (pasti pekerja keras), Dan mengaku sangat miskin hingga hidup menggelandang,menghadapi Raja. Ia bersedia menukar penyakit sang Raja dengan dirinya.

   "Benarkah?!" Raja hampir saja meloncat dari kursinya. Pemuda itu mengagguk."Oh, Thank you! Thank you!

Pemuda, berapa hadiah yang kau inginkan? satu kantung emas?! Tidak?!  Dua kantung?! Tidak?! Satu gudang?! Tidak Berapa donk?! Raja kelabakan. Pemuda itu berdehem, Tatapannya lurus tajam ke arah sang raja.

  '' Saya mau menukar kesehatan ini, dengan penyakit Tuanku Raja, asal seluruh harta Tuanku dan Kerajaan ini diserahkan kepada saya.'' ujar pemuda itu dan Rajapun terbelalak.

 Tapi, meski transaksi tersebut terlihat aneh, toh terjadi juga. Sang Raja sembuh. Tubuhnya kembali normal, halus dan kuat. Sebaliknya pemuda yang mendadak menjadi  kaya dan mempunyai kekuasaan, terpuruk dengan penyakitnya. Pada satu titik ini sang Raja baru menyadari betapa akhirnya orang akan mau berbuat apa saja untuk bisa sehat(dan selamat) kembali. Adapun sang pemuda menyesal selama hidupnya, karena segala kekayaan dan kekuasaan itu  tidak bisa dinikmati gara-gara penyakit kulitnya yang luar biasa menjijikkan yang dialaminya.

''Kesehatan bukan segala-galanya Tetapi segala-galanya bukan apa-apa tanpa kesehatan''

Nurul F Fuda

Read more ...

Friday, June 13, 2014

Sakit Dan Hikmah-nya

  • Pertama, secara medis sakit merupakan suatu peringatan (warning) mengenai tingkat kekuatan tubuh kita. Jika tubuh kita mengalami satu kondisi, kemudian berakibat sakit, hal itu merupakan peringatan agar kita menghindari kondisi yang sama yang dapat menyebabkan sakit tersebut. Sakit juga memberi kesempatan kepada kita untuk beristirahat dan berkonsultasi dengan dokter sehingga penyakit yang ada tidak menjadi lebih parah dan sulit diobati. Tak jarang, sakit yang dialami mencegah seseorang agar tidak terkena penyakit yang lebih berat lagi.
  • Kedua, sakit dapat menjadi penggugur dosa. Penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan, termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah SAW. bersabda,
    “Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersama dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
  • Ketiga, orang yang sakit akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah SAW bersabda,
    “Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim) Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu  pernah berkata, “Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam. Karena demam merasuki seluruh organ tubuhku. Sementara Allah akan memberikan pahala pada setiap organ tubuh yang terkena demam.”

    Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam, ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan jannah. Tapi kalau engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Keempat, sakit dapat menjadi jalan agar kita selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit biasanya orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya, sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah SWT. Zat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertobat.
    Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah bersabda : ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).
  • Kelima, sakit bisa menjadi jalan kita untuk membersihkan penyakit batin. Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Oleh karena itu, musibah dalam bentuk apa pun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya, akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya, martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan, pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha.
  • Keenam, sakit mendorong kita untuk menjalani hidup lebih sehat, baik sehat secara jasmani maupun rohani. Sakit membuat orang tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit. Begitu banyaknikmat Allah yang selama ini lalai ia syukuri. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
  • Ketujuh, secara sosial sakit mengajarkan kepada kita bagaimana merasakan penderitaan orang lain, seperti halnya puasa yang mendidik kita agar mengetahui bagaimana pedihnya rasa lapar dan dahaga yang dialami kaum papa. Rasa sakit harusnya melahirkan kepekaan sosial yang lebih tinggi.
    Kapan rasa sakit bisa berubah menjadi nikmat dan karunia? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang Muslim agar sakit yang diderita menjadi karunia dan memiliki hikmah yang sangat tinggi.
    • Pertama, terimalah segala musibah dengan ikhlas. Hal ini merapakan manifestasi dari keimanan kita kepada Allah bahwa segala sesuatunya sudah digariskan oleh Yang Maha kuasa.
      مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
      Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan seizin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghabun: 11)
    • Keduasabar saat ditimpa penyakit. Boleh jadi penyakit yang menimpa kita merupakan ujian yang diberikan oleh Allah SWT. sebagai salah satu cara untuk mengetahui kadar keimanan kita. Artinya, seseorang tidaklah terbukti beriman jika ia tidak tahan terhadap ujian yang menimpanya. Selain itu, ujian merupakan salah satu wujud kecintaan Allah terhadap suatu kaum. Hal ini dikabarkan oleh Rasulullah SAW. dalam hadits,
      “Sesungguhnya Allah Azza wa jalla jika mencintai suatu kaum, Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barang siapa yang sabar, maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya. Dan barang siapa marah, maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya.” (HR. Ahmad)
      Dalam Al-Qur’anAllah berfirman,
      وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗوَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
      الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
      أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
      Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar
      (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.
      Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. Al-Baqarah: 155-157)

      “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
    • Ketiga, berobat. Hal ini merapakan salah satu bentuk ikhtiar jika kita ditimpa penyakit sebab kita tak dianjurkan membiarkan sakit kita bertambah parah tanpa diobati. Rasulullah SAW. bersabda,
      “Berobatlah kalian. Karena setiap Allah menciptakan penyakit, pasti Allah juga menciptakan obatnya, kecuali satu penyakit saja.” Para sahabat bertanya, ”penyakit apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Penyakit tua.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
    Wallahua’lam bish-shawwab.
Read more ...

Thursday, June 05, 2014



Setelah perjalan yang melelahkan di Gondoriah Pariaman
#Sumbar

Read more ...

Wednesday, June 04, 2014

Sajak Lama

Sinnggalah sejenak di beranda hatiku kawan,,

Lalu selami, aku bukan lawan,,

Demi nafas hari yang tertawan,,,

Dan juga aku bukan lawan,,

Kesinilah barang sebentar,lelah ku tertunduk,,

Menanti sejuta ragu telah buat aku terbungkuk,,

Kamu tak mengerti betapa hari-hari terasa berat,,

Dan aku hanya diam menantimu terduduk,,

Mampirlah sesaat saja di beranda qalbu,,,

Biar kalian tahu,aku sedang merindu,,

Meski telah ku coba merayu,,

Namun sepi ini semakin membiru,,


Read more ...




Read more ...
Suatu pagi di Alahan panjang,
Read more ...
Designed By